Top dan Unik
Kantor Wahyu Utama Telepon. Email bumipeternakanwahyuutama@gmail.com .
HANYA MELAYANI MELALUI EMAIL
Selamat Datang
Jika kamu mau update berita selanjutnya ,kamu bisa berlangganan gratis blog ini silakan klik link
Bumi Peternakan !

Cari Artikel

7 Agustus 2012

Harga Daging Merangkak Naik (Daerah Gorontalo)

GORONTALO, KOMPAS - Harga daging sapi dan ayam mulai merangkak naik di Gorontalo menjelang Idul Fitri. Harga daging sapi yang sebelumnya Rp 60.000 per kilogram, kini Rp 80.000 per kilogram. Harga daging ayam potong juga naik dari Rp 50.000 per kg menjadi Rp 55.000 per kg.
”Setiap mendekati Idul Fitri harga daging pasti naik. Penyebabnya adalah tingginya permintaan. Jika di hari biasa saya menjual daging sapi hanya 1 kuintal, sekarang naik hampir 2 kuintal dalam sehari,” kata Farid Datau (40), penjual daging sapi di Pasar Sentral, Kota Gorontalo, Jumat (3/8).
Untuk mengendalikan harga, Pemprov Gorontalo akan menggelar pasar murah di enam kabupaten dan kota. Pasar murah diadakan mulai 7 Agustus. Lokasi pasar murah di kawasan terpencil yang jauh dari pusat perdagangan. ”Prioritas utama pasar murah adalah warga kurang mampu yang ada di pelosok atau jauh dari pusat perdagangan. Tujuannya supaya mereka mendapatkan kebutuhan pokok untuk keperluan Ramadhan dan Idul Fitri dengan harga terjangkau,” ujar Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.
Pekan depan, Pemkot Yogyakarta juga menggelar operasi pasar beras. Sebanyak 12,5 ton beras telah disiapkan dan akan dijual Rp 6.800 per kg.
Operasi pasar akan digelar enam kali, 7-15 Agustus, yang terpusat di delapan titik, yakni Gondomanan, Danurejan, Mergangsan, Umbulharjo, Kraton, Ngampilan, Wirobrajan, dan Jetis.
”Sampai bulan ini baru Kota Yogyakarta yang mengajukan operasi pasar. Empat kabupaten, yakni Sleman, Kulon Progo, Bantul, dan Gunung Kidul belum mengajukan permintaan operasi pasar,” ujar Kepala Perum Bulog Divisi Regional DI Yogyakarta Darsono Imam Yuwono, Jumat.
Read More..

Kalteng Kekurangan 5.000- 6.000 Sapi Per Tahun

PALANGKARAYA, KOMPAS.com--- Hingga saat ini Kalimantan Tengah masih kekurangan sekitar 5.000-6.000 sapi per tahun. Ketergantungan impor membuat harga daging sapi sulit dikendalikan, termasuk menjelang Lebaran ini.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng mendorong pengembangan peternakan sapi."Persoalan itu menjadi pekerjaan rumah untuk mencambuk kami pada masa yang akan datang," kata Wakil Gubernur Kalteng Achmad Diran di Palangkaraya, Kalteng, Selasa (7/8/2012).
Upaya intensifikasi budidaya sapi telah dilakukan dan sudah mampu menekan kekurangan ternak tersebut.
Pada tahun-tahun sebelumnya, Kalteng kekurangan sekitar 7.500 ekor per tahun. "Kami akan terus menggalakkan peternakan sapi," ujarnya.
Akibat masih  besarnya jumlah ternak yang harus dipasok dari luar provinsi, yakni harga daging sapi di Kalteng saat ini masih tinggi, rata-rata sekitar Rp 90.000 per kilogram (kg). Sebelum bulan puasa, harga itu masih sebesar Rp 80.000 per kg.
Achmad Diran mengatakan, Dinas Pertanian dan Peternakan Kalteng diminta lebih memacu budidaya sapi. Apa lagi, harga daging sapi yang tinggi tak bisa diatasi dengan pasar murah. Sementara ini, kami berharap para pedagang tidak berlebihan men aikkan harga daging sapi, paparnya.
 
Editor :
Tjahja Gunawan Diredja
Read More..

Wah! Ada Tulisan Allah dalam Daging Kurban

Jakarta Dua potong daging sapi kurban yang terima Nur Aini (43) pada Idul Adha tahun ini sangat istimewa. Dalam potongan daging yang sempat akan dimasak rendang tersebut, ditemukan tampilan mirip aksara Arab bertuliskan Allah.

Penemuan tampilan mirip rangkaian aksara Arab bertuliskan Allah tersebut terjadi pada Rabu (8/11/2011), tengah hari. Ketika itu Nur Aini sedang menyiapkan daging kurban yang dia terima dari kakaknya untuk dimasak dengan bumbu rendang.

"Ketika digoreng, keluar seperti cahaya dari daging. Langsung saya angkat, baru ketahuan ada yang mirip tulisan Allah-nya," tutur Nur Aini, di kediamannya di Kramat Jaya Baru, Jakarta Pusat.

Ibu lima orang anak itu langsung menunjukkan temuan tersebut kepada suaminya yang membenarkan tampilan di daging tersebut mirip tulisan Arab. Pendapat serupa juga disampaikan oleh para tetangga yang dimintakan pendapatnya.

Tidak sedikit juga yang meragukan temuan tersebut sebagai hasil buatannya. Maklum saja, suami Nur Aini adalah seorang pelukis.

"Ada juga yang curiga, 'ah paling itu diukir sendiri'. Ngapain juga saya begitu? Kurang kerjaan amat. Suami saya sudah lama tidak melukis karena sakit," sambungnya.

Untuk menegaskan rangkaian mirip aksara Arab itu adalah asli dan tidak ada motif mencari uang dari kejadian yang dialaminya, Nur Aini memutuskan tidak akan menjual daging tersebut. Walau sempat ada seseorang yang menyatakan niat untuk membeli daging sapi kurban itu berapa pun harga yang Nur Aini minta.

"Saya anggap ini titipan dari Allah, jadi saya akan simpan baik-baik dan tidak dijual. Mungkin ini petunjuk dari Allah agar tahun depan saya kurban sapi," ujar wanita yang sehari-hari berjualan gado-gado.

(lh/fay)
Read More..

4 Agustus 2012

Harga Daging Sapi dan Ayam di Jember Meroket

Metrotvnews.com, Jember: Sepekan Ramadan berjalan, harga daging sapi maupun ayam terus meroket. Di Jember, Jawa Timur, kenaikan bahkan terjadi setiap hari mulai dari Rp500 hingga Rp1.000 perkilogram.

Pemantauan Metro TV di Pasar Tanjung, Jember, Sabtu (28/7), harga daging sapi dengan kwalitas super yang sebelumnya dijual antara Rp63 ribu hingga Rp65.000 melonjak jadi Rp70 ribu perkg. Hal serupa terjadi juga dengan harga ayam kampung yang dijual Rp36 ribu, kini, menjadi Rp40 ribu perkg, dan ayam potong yang semula dijual seharga Rp20 ribu, kini menjadi Rp26.000 perkg.

Banyak konsumen yang mengelukan kenaikan harga tersebut. Jika itu terus terjadi menjelang Lebaran medatang, dipastikan harga makin melambung. Kenaikan harga daging di Jember dipicu persediaan ternak sapi yang habis karena banyak dikirim ke luar Pulau Jawa.(DSY)
Read More..

berita JULI 2012 Izin Impor Sapi Sudah Terbit

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementrian perdagangan telah mengeluarkan izin impor daging. Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Deddy Saleh mengatakan izin impor daging sebanyak 8300 ton untuk semester kedua sudah diberikan kepada 58 importir.
“Karena kebutuhan indsutri pengolahan daging dan kebutuhan dalam negeri,” ujar Deddy, akhir pekan lalu di kantornya.

Ia mengatakan daging sapi impor akan didatangkan dari Australia dan Selandia Baru. Australia masih menjadi negara rekomendasi impor daging karena jarak yang dekat dan harga yang cukup murah.
Pada tahun 2012, pemerintah menerbitkan kuota impor 34 ribu ton daging sapi beku. Pada semester pertama, kuota impor mencapai 20.400 ton. Sedangkan pada semester kedua, kuota impor mencapai 13.600 ton.
Namun, sebanyak 5.300 ton kuota impor semester kedua telah ditarik ke semester pertama sehingga kuota daging impor di semester kedua tersisa 8.300 ton. Jika impor tersebut terwujud, maka kuota impor daging sapi beku dipastikan habis.
Agar tak terus menerus impor, pemerintah mengajak berbagai negara untuk melakukan investasi peternakan di Indonesia. Menteri perdagangan Gita Wirjawan mengatakan akan mengajak negara-negara Amerika Latin untuk turut menanam investasi bagi peternakan di Indonesia.

Melalui forum ASEAN-Latin forum bakal digelar Senin-Selasa (9-10/7) di Jakarta, Gita menyebutkan setidaknya ada tiga bidang yaitu peternakan, pertanian dan perikanan yang akan menjadi fokus Indonesia untuk bisa dimasuki oleh negara-negara itu.

Ia menyebutkan potensi sapi di Brasil sangat besar. Jumlah sapi di Brasil mencapai 192 juta. Sementara di Indonesia hanya 15 juta saja. Ayam di Brasil mencapai 6,5 milyar, di Indonesia tidak mencapai 2 miliar.
Read More..

Kisah Bekas Kenek Jadi Pengusaha Sukses di London

TEMPO.CO, London - Suara Pance Pondaag menyanyikan Demi Kau dan Si Buah Hati menemani Firdaus Ahmad menyetir Mercedes 120 CDI di jalanan London yang padat pada suatu siang akhir Februari lalu. Mobil jembar yang sanggup mengangkut sepuluh orang itu adalah kendaraan "dinas" laki-laki 54 tahun ini dari rumah ke restorannya.

Nusa Dua Restaurant berdiri di sudut Dean Street 11, Soho, di jantung ibu kota Inggris itu. Bangunan tiga lantai ini satu-satunya restoran Indonesia di kawasan belanja dan tempat nongkrong anak-anak muda itu. "Sejak Presiden Barack Obama datang ke Indonesia, menu favorit di sini nasi goreng," kata Daus.

Selain itu, ada banyak makanan khas Indonesia di daftar menu: ayam kremes, sayur asem, sambal terasi, tahu isi, soto ayam, tempe, dan kerupuk udang. Saya makan di sana ketika restoran masih tutup menjelang sore. Tapi, di depan pintu, pelanggan dari pelbagai ras yang akan makan malam sudah antre mengular.

Resto ini adalah buah kerja keras Daus selama 20 tahun. Ia tiba di London pada akhir 1981 dengan tiket pesawat yang dikirim saudaranya, sopir di Kedutaan Besar Indonesia di London. Daus nekat berangkat ke Inggris karena penghasilan sebagai kondektur angkutan kota Kampung Melayu-Bekasi tak menentu.

Mendarat di Bandar Udara Heathrow yang sibuk, lulusan SMA 1 Indramayu ini termangu dua jam. Ia tak tahu jalan keluar. Ia amati setiap penumpang. Asumsinya, orang yang kusut pasti baru mendarat setelah penerbangan yang jauh. Ia ikuti mereka menyeret koper. "Saat itu saya baru tahu arti ''exit'' itu keluar," katanya, terbahak.

Daus lalu bekerja di restoran Indonesia sebagai pencuci piring. Tapi resto ini tak berumur lama. Pemiliknya ketahuan mengakali pajak. Pemerintah mengambil alih dan menjualnya. Pembelinya adalah tukang masak asal Malaysia. Resto itu kini jadi rumah makan Asia yang tukang masaknya adalah pemilik lama, bekas majikan Daus.

Seorang pengusaha Singapura kemudian mendirikan Nusa Dua Restaurant. Daus diajak bergabung dan naik pangkat jadi chef. Tapi perkongsian ini hanya bertahan tiga tahun. Pengusaha itu tak sanggup membayar cicilan modal. Royal Bank of Scotland (RBS) menyitanya. Daus kelimpungan tak punya pekerjaan.

Pada 1991 ia sudah menikahi Usya Suharjono, perempuan manis yang tengah kuliah kesekretariatan di London. Ayah Usya adalah wartawan radio BBC seksi Indonesia. Ia mengikuti orang tuanya ke London setelah lulus SMA 2 Jakarta Pusat pada 1983. Daus punya ide mengambil alih Nusa Dua.

Usya maju sebagai negosiator dengan bank karena ia fasih berbahasa Inggris. Daus hingga kini masih gagap. Kepada tiga anaknya, ia berbicara dalam bahasa Indonesia, tapi dijawab dalam bahasa Inggris. Usya membujuk bahwa resto itu merugikan RBS karena tak mendatangkan untung, sementara pajak tetap harus dibayar.

Daus meyakinkan mereka akan mengelola rumah makan dengan jaminan membayar cicilan 1.000 pound tiap bulan tepat waktu. ”Jika tahun pertama pembayaran tak jelas, bank silakan ambil alih lagi,” katanya. Deal. RBS ternyata setuju.

Sejak itu, Daus yang pegang kendali. Ia belanja, ia memasak, ia pula yang melayani pembeli. Karena makanan racikannya enak, pelanggan lama kembali, dan pembeli baru berdatangan. Restorannya mulai untung dengan omzet 10 ribu pon (Rp 140 juta) setiap pekan. Dalam waktu enam tahun, utang 100 ribu pound lunas.

Tabungannya mulai kembung. Daus membeli sebuah rumah seluas 300 meter persegi seharga Rp 5,2 miliar di sudut jalan dekat sekolah anaknya. Rumah sembilan kamar itu kini disewakan kepada pelancong asal Indonesia dengan tarif 19,5 pound semalam. Meski tak ada papan nama, orang tahu rumah bata merah di sudut jalan kompleks elite Colindale itu ”Wisma Indonesia”.

Daus-Usya tinggal tak jauh dari situ. Tiga mobil nangkring di garasi. Semuanya Mercedes yang harga satu unitnya rata-rata Rp 1,4 miliar. Daus kerap bolak-balik London-Bekasi untuk menengok keluarga besarnya di Jatiasih.

Setelah semua pencapaian ini, Daus hanya punya satu cita-cita: pulang kampung setelah anak-anaknya mandiri dan membuat taman pendidikan agama untuk anak-anak miskin.

BAGJA HIDAYAT
Read More..