Top dan Unik
Kantor Wahyu Utama Telepon. Email bumipeternakanwahyuutama@gmail.com .
HANYA MELAYANI MELALUI EMAIL
Selamat Datang
Jika kamu mau update berita selanjutnya ,kamu bisa berlangganan gratis blog ini silakan klik link
Bumi Peternakan !

Cari Artikel

14 Oktober 2012

Harga Daging Sapi Mulai Naik

MATARAM-Menjelang perayaan Idul Adha, harga daging sapi di pasar mengalami kenaikan. Dari pantauan Koran ini di Pasar Dasan Agung Rabu (10/10), harga daging sapi kini menembus Rp 80 ribu per kilogram. Salah satu pedagang, Ratih mengatakan harga daging sapi mengalami kenaikan sejak sepekan terakhir. ‘’Minggu lalu harga daging sapi masih Rp 65 ribu. Harga kemudian meningkat menjadi Rp 75 ribu dan dalam tiga hari terakhir meningkat lagi mencapai Rp 80 ribu,’’ jelas Ratih. Ratih memperkirakan harga daging sendiri dapat terus meningkat menjelang semakin dekatnya Idul Adha. ‘’Biasanya sih nanti akan terus naik lagi kalau sudah semakin dekat Idul Adha," katanya. Tidak hanya daging sapi kualitas satu yang mengalami lonjakan harga. 
Menurut Ratih, daging-daging kelas dua dan tiga juga ikut naik. ‘’Daging nomor dua kemarin masih Rp 65 ribu terus naik menjadi Rp 70 ribu. Kemudian, daging kualitas tiga juga naik dari Rp 55 ribu menjadi Rp 65 ribu,’’ katanya. Ratih juga mengatakan, kenaikan harga daging sapi ini tidak berimbas pada penurunan jumlah pembeli. ‘’Kalau pembeli tetap ada saja. Bahkan, menjelang Idul Adha ini bisa dibilang meningkat. Saya biasanya menjual 25 kilo, tapi sekarang sehari bisa terjual hingga 40 kilo,’’ tutur Ratih. Sementara itu, tidak seperti daging sapi, harga daging ayam relatif stabil. Pedagang daging ayam, Atik mengatakan, harga daging ayam masih Rp 26 ribu per kilo. (cr-uki)
Read More..

Ditahan, Stok Daging Sapi Langka di Solo

SOLO – Dua minggu menjelang hari raya Idul Adha, stok daging sapi di kota Solo dan sekitarnya berkurang. Hal ini karena peternak sapi cenderung menyimpan sapinya untuk konsumen hewan kurban. Seorang pedagang daging sapi di Pasar Legi Yanti mengaku beberapa hari belakangan ini dirinya agak kesulitan mendapatkan sapi. Para peternak sapi cenderung tidak mau menjual sapinya karena lebih menginginkan menjual kepada konsumen hewan kurban. "Akibat sulit mendapatkan sapi, stok daging sapi berkurang. Meskipun begitu ketersediaan daging sapi terbatas. Saya belum tega menaikkan harga daging," ujarnya, Jumat (12/10/2012). Di tempat terpisah, Jumiarti, pedagang daging sapi di Pasar Kartasura, Surakarta mengatakan harga daging sapi beberapa hari belakangan ini belum ada lonjakan. Kalaupun ada kenaikan, hanya beberapa rupiah saja. "Sekarang ini harga daging sapi untuk jenis super masih sekira Rp75 ribu-Rp80 ribu per kilogram (kg). Jenis super artinya bersih dari gajih. Sedang jenis biasa sekira Rp60 ribu-Rp70 ribu per kg," tambah dia. Sementara itu, Dian, peternak sapi di Karanganyar mengaku bahwa beberapa hari ini dirinya memang lebih melayani pesanan untuk hewan kurban. Bahkan tidak sedikit yang sudah membayar lunas. "Di peternakan saya, banyak sapi yang sudah lunas. Mereka nitip, nanti diambil pada hari raya," komentarnya. (gna)
Read More..

13 Oktober 2012

Mentan Tolak Tambahan Impor Sapi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) meminta tambahan kuota impor sebanyak 56 ribu ekor sapi untuk tahun ini. Penambahan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri hingga akhir tahun nanti. Menteri Pertanian Suswono mengaku belum mendapatkan informasi terkait permintaan tersebut. Namun, Suswono menjelaskan, ada tidaknya penambahan kuota impor sapi bergantung pada rapat di tingkat menteri bidang perekonomian. "Ada tim yang mengkaji untuk itu," tutur Suswono kepada wartawan di Jakarta. Tim itu terdiri dari berbagai elemen, termasuk akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB). 
Suswono mengklaim, hingga saat ini stok sapi bakalan masih mencukupi. Oleh karena itu, tambahan impor sapi belum dibutuhkan. Sebelumnya, Direktur Budidaya Ternak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Fauzi Luthan menyatakan rekomendasi persetujuan pemasukan (RPP) sapi impor sampai saat ini telah mencapai 244.136 ekor dari realisasi RPP tahun ini sebesar 283.000 ekor. Sisa pemasukan, lanjut Fauzi, akan terus dilakukan sampai dengan Desember mendatang. Oleh karena itu, Fauzi menilai permintaan penambahan ini tidak logis. "Apalagi yang RPP belum masuk terealisasi seluruhnya," tutur Fauzi. Redaktur: Hafidz Muftisany Reporter: Muhammad Iqbal
Read More..

Lebaran Qurban, Kebutuhan Sapi Naik Hingga 10 Persen

Surabaya (beritajatim.com) - Semakin meningkatnya perekonomian Jatim membuat kebutuhan hewan qurban dalam perayaan Idul Adha tahun ini pun meningkat hingga 10 persen. Jika kebutuhan sapi qurban tahun lalu sekitar 25 ribu ekor maka tahun ini Dinas Peternakan Pemprov Jatim sudah menyediakan sedikitnya 28 ribu ekor. Sedangkan kebutuhan kambing meningkat menjadi 380 ribu ekor. "Hari biasanya kebutuhan sapi di Jatim hanya sekitar 1.400 ekor dan kebutuhan harian kambing sekitar 3 ribuan ekor tetapi di saat hari raya qurban kebutuhannya meningkat cukup tajam. Tak hanya jumlah pemesan yang banyak, harga pun juga ikut naik," beber Maskur, Kepala Kantor Dinas Peternakan Jatim, Senin (8/10/2012). Kenaikan harga itu pun sudah terjadi sejak awal bulan ini, dimana harga daging sapi yang biasanya Rp 25 ribu hingga 27 ribu per Kg atau sekitar Rp 10-12,5 juta per ekor sapi. Namun kini meningkat menjadi Rp 29 ribu sampai Rp 32 ribu atau sekitar Rp 12,5-15 juta per ekor sapi. Tak hanya sapi saja, daging kambing juga mengalami kenaikan dari Rp 30 ribu per Kg atau Rp 750 ribu per ekor kini menjadi Rp 31-35 ribu per Kg atau Rp 1,3 -1,5 juta per ekor. "Lonjakan harga tertinggi akan terus terjadi hingga H-7 mendatang. Hal itu disebabkan karena 80 persen ternak yang dijual saat qurban adalah milik peternak kecil, hanya 20 persen saja yang peternak besar. Sedangkan kecendrungan peternak kecil, akan menahan dulu sapinya sebelum harganya benar-benar tinggi," jelas Maskur. Namun secara keseluruhan Maskur menjamin stok sapi maupun kambing atau domba di Jatim aman, mengingat saat ini jumlah sapi di Jatim yang disediakan sekitar 148.500 ekor dari total populasi 4,7 juta sapi. 
Saat ini jumlah sapi yang sudah diserap oleh pasar baru sekitar 80 ribu ekor sapi, jadi stok yang tersedia cukup banyak. "Stok ini juga kami gunakan untuk memenuhi permintaan sapi didaerah lain seperti Jawa Tengah, Kalimatan, Banten dan DKI Jakarta yang setiap bulan minimal mengimpor 10 persen sapi dari kebutuhan kami di Jatim ini," akunya. Dikatakan untuk mencegah masuknya sapi lain dari luar daerah Jatim yang dikhawatirkan membawa penyakit menular selama lebaran Qurban atau Idul Adha, Maskur telah membentuk tim pemantauan khusus. Terutama di kawaasan perbatasan seperti Banyuwangi, Ngawi, dan Tuban. "Kami juga melakukan pengawasan kesehatan untuk hewan qurban sebelum dan sesudah disembelih sehingga masyarakat terjaga dari ancaman penyakit menular ternak sapi maupun kambing,"tandasnya.[rea/ted]
Read More..

Wow, Promosikan Sapi Kurban Dengan SPG Cantik

BANGKAPOS.COM, BANDUNG - Untuk menarik minat pembeli hewan kurban, salah satu pedagang sapi kurban di Bandung, Jawa Barat menyewa jasa sales promotion girl (SPG). Para SPG ini masing-masing dibayar Rp 5 juta selama 20 hari untuk bekerja melayani calon pembeli sapi. Meski tiap jam menghirup bau sapi yang menyengat, namun keenam SPG berparas cantik di pusat kantor dan kandang sapi, di Jalan Permata Tamansari XIII No. 1, Pasoepati, Arcamanik, Bandung, ini tetap tersenyum melayani calon pembeli sapi. Keenam SPG cantik itu adalah Sustina (27), Wida (26), Ari (24), Rina (21), Novi (21) dan Wiwin (23). Keenam gadis cantik ini bekerja sebagai SPG di pusat kantor dan kandang sapi selama 20 hari, dari 6 hingga 25 Oktober 2012. Setiap harinya, mereka masing-masing diberi upah sebesar Rp 250 ribu. Jadi jika selama 20 hari, masing-masing SPG akan mendapatkan Rp 5 juta. Mereka rela menahan bau sapi yang menyengat demi mendapatkan uang Rp 5 juta. "Iya, jadi itu (uang, red) salah satu faktor yang bikin kami betah, walaupun dengan kotoran dan bau sapi," jelas Sustina kepada Kompas.com di pusat kantor dan kandang sapi, Kamis (11/10/2012). Mereka mengaku pekerjaan seperti ini sangat menantang, karena harus tahan bau sapi. Selain itu, mereka dituntut untuk menyampaikan dan merayu pembeli dengan sebaik mungkin. "Lama-lama tapi asyik, walau awalnya risih karena bau, tapi sekarang ini kami jadi terbiasa karena ada faktor penyemangat," tandasnya.
Read More..

Permintaan Hewan Kurban Di Madinah Meningkat

MADINA (Berita) : Menjelang Hari Raya Idul Adha, permintaan masyarakat Kota Penyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), akan sapi sebagai hewan kurban semakin meningkat. Peningkatan permintaan ini tak pelak mendorong peningkatan harga. Salah satu pedagang hewan kurban, Abdul Hakim, kepada Berita menyebutkan dalam seminggu ini permintaan masyarakat akan sapi untuk hewan kurban meningkat dibanding seminggu sebelumnya. Situasi ini membuat harga sapi mengalami kenaikan sekitar Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta dibanding Hari Raya Kurban di tahun sebelumnya. Kenaikan ini membuat masyarakat dan pedagang hewan kurban seperti dirinya saling tawar-menawar harga secara ketat. “Kalau tahun kemarin harganya antara Rp 7,5 juta hingga Rp 9 juta per ekor. 
Tahun ini harganya menjadi antara Rp 9 Juta hingga Rp10 Juta,” kata Abdul Hakim. Kenaikan harga ini, kata dia, membuat jumlah pembeli menjadi menurun. Akibatnya, pihaknya pun tidak lagi menjual sapi dalam jumlah banyak seperti tahun lalu. “Tahun lalu kami menjual 80 ekor sapi, tahun ini cukup 30 ekor saja,” kata dia. Seorang panita kurban, Darwis Lubis, kenaikan harga sapi sudah mereka siasati dengan cara memberitahukan kepada masyarakat yang mau berkurban. “Sebab dari pantauan kami ke beberapa pedagang hewan kurban di Madina, terjadi pelonjakan harga,” ujar Darwin. Ia menyebutkan, para pedagang beralasan hal ini karena pasokan sapi impor sudah tidak masuk lagi ke Madina. Karena itu ia memberitahukan kepada warga untuk menaikan nilai uang yang akan dikumpulkan untuk membeli sapi. “Biasanya, untuk tujuh orang, per orang biasanya dikutip biaya senilai Rp1.200.000, maka untuk tahun ini duit yang dikumpulkan menjadi senilai Rp1.300.000 hingga Rp1.400.000 per orang. Lalu dikalikan tujuh orang. Setelah semuanya terkumpul, lalu digunakan untuk membeli satu ekor sapi untuk hewan kurban,” tegas Darwin. (isk/mfr)
Read More..