Top dan Unik
Kantor Wahyu Utama Telepon. Email bumipeternakanwahyuutama@gmail.com .
HANYA MELAYANI MELALUI EMAIL
Selamat Datang
Jika kamu mau update berita selanjutnya ,kamu bisa berlangganan gratis blog ini silakan klik link
Bumi Peternakan !

Cari Artikel

28 Agustus 2012

DAGING SAPI Ilegal 2.500 Ton Terendus Masuk Via Tanjung Priok


 JAKARTA: Kementerian Perdagangan mengendus adanya pemasukan daging sapi impor secara ilegal sekitar 2.500 ton di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. 
 
Berdasarkan informasi yang diperoleh Kemendag dari Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan, saat ini terdapat 118 kontainer berisi daging sapi beku impor dari Australia, Selandia Baru dan Amerika Serikat yang masih tertahan di terminal kontainer Tanjung Priok. 
 
Kontainer milik perusahaan berinisial PT KSU itu tertahan karena masih menunggu penyelesaian proses administrasi dan belum diperbolehkan keluar dari wilayah kepabeanan oleh Badan Karantina Kementerian Pertanian sampai perusahaan itu mendapat izin dari Kemendag. 
 
Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Deddy Saleh mengatakan pihaknya menemukan indikasi adanya upaya pihak tertentu melakukan importasi daging sapi tanpa menggunakan Surat Persetujuan Impor (SPI) yang diterbitkan Kemendag. 
 
Menurutnya, alokasi impor PT KSU pada semester II/2012 hanya 300 ton, sedangkan pada semester I/ 2012 sebanyak 500 ton dan telah direalisasikan oleh perusahaan bersangkutan. 
 
Dari 118 kontainer yang ditahan, 35 kontainer di antaranya berukuran 40 feet, sedangkan sisanya 83 kontainer berukuran 20 feet. Jika rata-rata kontainer ukuran 40 feet berisi sekitar 26-30 ton dan kontainer 20 feet berisi sekitar 20-22 ton, maka bobot keseluruhan daging sapi impor tersebut berjumlah antara 2.570-2.876 ton. 
 
“Jumlah ini jelas jauh melampaui alokasi impor yang diizikan Kemendag. Ini menunjukkan perusahaan tersebut telah melakukan impor tanpa memiliki SPI sesuai dengan yang telah diterbitkan oleh Kemendag,” katanya. 
 
Deddy meminta agar pihak Bea Cukai dan Badan Karantina Pertanian menindak tegas importir yang sengaja melakukan importasi daging sapi tanpa memiliki SPI. 
 
Menurutnya, pengawasan dan penerapan sanksi yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan ini penting dilakukan untuk mencegah terjadinya kembali importasi daging sapi ilegal. 
 
Saat ini Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok telah meminta Balai Besar Karantina Pertanian di Tanjung Priok untuk mengklarifikasi kesesuaian dokumen karantina daging itu. 
 
Pihak karantina pun menjelaskan bahwa daging yang masuk tersebut diragukan keabsahan SPI-nya.  Dengan demikian, pihak karantina tidak dapat menerbitkan dokumen kekarantinaan, yaitu KH5 (izin bongkar) dan KH7 (izin pemasukan ke instalasi karantina sementara/IKHS). 
 
Dokumen tersebut merupakan dokumen larangan/pembatasan (lartas) yang harus dimasukkan (upload) ke dalam sistem Indonesia National Single Window (INSW) untuk selanjutnya diproses secara administrasi kepabeanan oleh Ditjen Bea dan Cukai. (sut)

dikutip dari : Harian Bisnis Indonesia
Read More..

Pedagang Minta Pemerintah Atasi Harga Daging


KEBAYORAN BARU (Pos Kota) – Meski Lebaran sudah berlalu sembilan hari, namun pasaran daging sapi di pasar tradisional di Jakarta masih tinggi berkisar Rp85.000 per kilogram.
Sejumlah pedagang di Pasar Cipete, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan mengaku kewalahan dengan masih mahalnya harga jual daging sapi yakni Rp85.000/kg yang membuat pembeli terus berkurang.
“Daging sapi tetap mahal lantaran keran daging sapi impor dikurangi pemerintah sedangkan hasil sapi lokal justeru berkurang,” kata H. Asnawi, pedagang, Selasa (28/8).
Semula ia berharap usai Lebaran harga daging sapi dapat kembali normal Rp65.000/kg-Rp70.000/kg. Kenyataannya daging sapi tetap saja masih bertahan.
“Usai Lebaran ini karena daging sapi mahal, omset saya melorot,” keluhnya.
Baik Asnawi maupun pedagang daging lainnya mendesak pemerintah segera mengatasi hal ini. Jika tidak, tak mustahil harga daging terus melonjak dan membuat pedagang bangkrut.
Tak hanya pedagang, masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga juga mengeluhkannya. “Lebaran dah lewat koq harga daging sapi belum turun juga,” keluh Isnawati, ibu rumah tangga di kawasan Cipete.
Sedangkan pasaran sembako seperti telor ayam ras juga masih mahal yakni Rp20.000/kg, gula pasir Rp14.000/kg, terigu eceran Rp8.000/kg dan minyak curah Rp12.000/kg. (Rachmi)
Read More..

Harga Daging Sapi Masih Mahal, Ayam Berangsur Normal

Banda Aceh, (Analisa). Momentum lebaran usai, namun harga daging sapi di Banda Aceh masih mahal. Pedagang beralasan permintaan daging tinggi sementara pasokan ke pasar berkurang, sehingga harga penjualan pun belum dapat diturunkan. Tetapi harga ayam potong sudah berangsur normal.
Pantauan Analisa, Senin (27/8) di Pasar Peunayong dan Pasar Darussalam, harga daging sapi dan ayam potong bervariasi. Sebagian pedagang masih menjual daging sapi segar dari Rp95.000 sampai Rp110.000 per kilogram. Sementara daging tidak segar atau sudah masuk pendingin Rp90.000 per kilogram.

Seorang pedagang daging sapi di Pasar Peunayong, Reja Qaillani (30) mengaku terpaksa menjual daging sapi dengan harga mahal karena harga beli kepada pemasok juga masih tinggi. Namun diperkirakan dalam dua hari ke depan harga daging sapi akan kembali normal.

Selain itu, permintaan terhadap daging juga masih tinggi sementara pedagang yang berjualan di Pasar Penayong masih sedikit. "Karena permintan daging sapi masih tinggi dan pasokan berkurang, saya tidak bisa menurunkan harga," ujar Reja

Sedangkan seorang pedagang ayam potong, Nukman (34) mengatakan, harga ayam potong pasca lebaran bervariasi. Pada Minggu (26/8) per ekor Rp37.000 hingga Rp38.000. Senin (27/8) kemarin berangsur normal berkisar Rp35.000 per ekor untuk ayam seberat 1,9 kilogram.

Walau harga sudah kembali normal, namun masih ada juga sebagian pedagang yang menjual ayam potong Rp37.000 per ekor. Kemudian harga bebek potong Rp40.000 sampai Rp50.000 per ekor. Namun harga tersebut sudah tergolong normal bila dibandingkan penjualan pada saat lebaran mencapai Rp60.000 per ekor.

Permintaan terhadap daging ayam tergolong tinggi terutama pada Jumat dan Sabtu (24-25/8). Nukman mengaku kondisi ini sudah menjadi sebuah tradisi sejak dulu, sehingga penjualan agak lebih banyak. 

Sementara aktivitas jual-beli baik di Pasar Aceh Banda Aceh maupun di pertokoan seputaran Masjid Raya Baiturrahman sudah kembali normal pada H+8 lebaran. Aktivitas lalulintas pun berangsur padat dibandingkan H+7 yang cukup lengang. Para pedagang yang baru membuka tokonya, rata-rata sibuk merapikan barang-barang dagangan mereka. (bei)
Read More..

DAGING SAPI Di Sumbar Capai Rp90.000 Per Kg

PADANG, : Harga daging sapi pada sejumlah pasar tradisional di Provinsi Sumatra Barat masih tinggi, imbas dari banyaknya permintaan masyarakat sejak ramadhan kemarin.

Di Kabupaten Pesisir Selatan misalnya, untuk 1 Kilogram daging sapi mencapai harga Rp90.000.

"Daging sapi mahal, ini sudah terlihat sejak awal masuknya bulan ramadhan lalu," kata Neli, ibu rumah tangga, warga Painan, Ibu Kabupaten Pesisir Selatan kepada Bisnis, di Padang, Senin 27 Agustus 2012.

Tak cuma mahal, ucapnya, penjualnya pun terlihat jarang, karena cuma ada satu pedagang saja. "Jadi, selain mahal, membelinya pun terkesan berebutan," kata Neli.

An, pedagang sapi potong di pasar inpres Painan yang sempat dijumpai Bisnis di Padang, juga membenarkan perihal tersebut.

"Benar, harga daging sapi potong saat ini berkisar Rp90.000/kg, kita tak bisa berbuat apa-apa, sebab sapi potong terlihat susah diperoleh di sana (Kabupaten Pesisir Selatan)," aku An.

Menyoal penyebab sulitnya memperoleh ternak sapi untuk dipotong, tutur An, secara pasti dirinya pun tidak tahu. "Yang jelas, ternak sapi saat ini terkesan sulit diperoleh di Pesisir Selatan," kata An. (ra)

dikutip dari www.bisnis.com
Read More..

27 Agustus 2012

Kisah Sukses Pendiri Apple, Dipecat Dari Perusahaannya Sendiri

Cerita sukses tak selalu bermula dari ide besar. Banyak sukses yang justru lahir dari gagasan sepele. Ada juga yang menangguk untung besar lantaran kelihaiannya mengadopsi dan meniru temuan orang lain. Tetapi tak sedikit juga yang meraih sukses karena keberaniannya menanggung risiko dan kreativitasnya dalam melakukan inovasi terhadap sesuatu yang sudah ada.
Dalam bukunya, Emily Ross & Angus Holland mengisahkan hal ini cukup menarik. Ia juga memilah-milah kisah sukses atas dasar sejarah dan kecenderungannya, sehingga mempermudah pembaca untuk memahami. Sebagai contoh adalah kisah-kisah sukses yang diraih karena kekuatan adaptasi modelnya. Ross & Holland menyebutkan Starbucks yang berevolusi dari hanya sebuah toko penjual biji kopi, dan Coca Cola yang berjaya setelah dikemas dalam botol.
Keberanian mengambil risiko oleh para kreator dan inovator juga menjadi kisah tersendiri. Keberhasilan Apple menjadi salah satu contoh besarnya. Sang penemu, Steve Wozniak, sempat ditolak ketika mengajukannya ke Hewlett-Packard (HP). Ia kemudian menyodorkannya kepada Steve Jobs yang kemudian menjadi mitranya. Dengan modal uang dari hasil menjual mobil VW milik Wozniak dan kalkulator HP milik Jobs, mereka membiayai desain pertama Apple saat Jobs berusia 21 tahun dan Wozniak lima tahun lebih tua. Siapa sangka kalau kini Apple menjelma menjadi sebuah usaha besar di dunia.
Sementara itu banyak juga sukses besar yang bermula dari gagasan sepele. Liquid Paper adalah salah satu contohnya. Produk ini bermula dari kebingungan sang penemunya, Bette Graham. Saat itu, seorang ibu yang bekerja sebagai sekretaris ini kerap stres lantaran pekerjaannya dalam mengetik. Bayangkan, bagaimana pusingnya dia ketika harus membuat hasil ketikannya rapi dan bersih, sementara ketikannya kerap salah.
Suatu ketika tanpa sengaja dia melihat seorang tukang cat tengah mengecat. Tukang cat itu ternyata tak sengaja menodai hasil kerjanya. Untuk membersihkannya, pengecat itu kemudian menimpa noda itu dengan cat putih.

Dari situ, Graham terpikir untuk melakukan hal serupa. Dia mencoba menggunakan cat tempera putih berbahan dasar air dan kuas tipis untuk menutup kesalahan ketiknya. Ternyata berhasil. Pada tahun 1957 ketika teman-temannya mengetahui hal ini, Graham mulai mengomersialkan, hingga mampu menjual sekitar 100 botol per bulan. Hebatnya, 15 tahun kemudian, perusahaan yang didirikan berhasil menjual sedikitnya lima juta botol per tahun.
Yang tak kalah menarik adalah sukses besar yang terjadi karena kecerdikannya dalam mengadopsi ide orang lain. Contohnya Dietrich Mateschitz yang mengubah tonik menyehatkan asal Thailand, si kerbau air merah alias Krating Daeng, menjadi manis dan berbuih yang cocok untuk orang-orang Austria. Ia lantas mengemasnya lebih menarik dalam kaleng ramping, dan memberinya merek Red Bull. Dengan klaim sebagai ‘minuman cerdas’ yang mampu meningkatkan kinerja seseorang, Red Bull menangguk sukses besar. Pada tahun 2006, penjualannya mencapai 3,5 miliar dolar AS, dan kini diperkirakan jauh melebihi angka itu.
Sukses juga bisa terjadi pada seseorang yang memiliki kemampuan berinovasi dan melakukan eksekusi lebih baik terhadap ide yang sudah ada. Michael Dell adalah salah satu contohnya. Ia berhasil menembus industri yang memuja inovasi tanpa membuat inovasi dengan tangannya sendiri. Dia mulai membangun komputer rakitan di kamar kosnya dan menjualnya dengan harga relatif murah melalui pos. Kini, siapa tak kenal komputer Dell?
Langkah sama terjadi pada Sergey Brin dan Larry Page. Ia melakukan inovasi yang serupa, sehingga Google-nya kini sukses menyaingi mesin pencari yang lebih dulu ada, seperti Yahoo!, Alta Vista, dan Lycos.
Dalam buku ini juga diungkapkan tentang para penemu yang kurang beruntung. Sebaliknya keuntungan justru dinikmati orang lain. Salah satu contoh adalah Coco Chanel. Ketika parfum pada umumnya dibuat dengan satu jenis bunga, Coco menemukan ramuan parfum yang luar biasa: hasil perpaduan beberapa jenis bunga yang kemudian menghasilkan Chanel No. 5. Tapi sayang, akibat kesulitan modal, Coco haus berkongsi dengan keluarga Pierre Wertheimer, yang mempunyai infrastruktur untuk memproduksi parfum berskala besar. Hasilnya? Keluarga Wertheimer yang justru menikmati kekayaan, bahkan hingga cucunya yang sekarang.
Seratus jurus sukses bisa menjadi inspirasi bagi pembaca, bahwa sukses besar bisa terjadi pada siapa saja dan dengan cara apa saja. Yang penting adalah ketekunan dan keberanian dalam menghadapi risiko.
Anda pasti mengenal produk Mac, iPod, dan yang terakhir iPhone. Ketiga produk itu adalah brand yang sangat terkenal dari perusahaan Apple Inc. Bahkan, Apple saat ini dianggap sebagai salah satu perusahaan paling berpengaruh dalam perkembangan teknologi dunia. Lantas, apa sebenarnya kunci sukses dari Apple dalam menciptakan inovasi teknologi tersebut?

Adalah sosok Steve Jobs, sang pendiri Apple lah yang memiliki visi jauh ke depan sehingga membuat Apple menjadi perusahaan yang sangat disegani hingga kini. Namun, jika menengok kisah Steve, kita sebenarnya bisa melihat betapa ia adalah sosok pengagum kesederhanaan dan keindahan. Inilah dua kunci dasar - selain visinya ke depan - yang membuat Apple berhasil mematahkan dominasi Microsoftnya Bill Gates.
Bagi Anda yang sudah akrab dengan beberapa produk Apple, pasti segera tahu betapa produk Apple sangat sederhana dan user friendly. Namun, meski sederhana, bentuknya sangat elegan. Inilah yang membuat Apple selalu punya penggemar fanatik. Tentu, hal ini tak bisa lepas dari sentuhan tangan dingin sang pendiri, Steve Jobs.

Steve Jobs lahir pada 24 Februari 1955 dari seorang ibu berkebangsaan Amerika, Joanne Carole Schieble, dan ayah berkebangsaan Syria, Abdulfattah "John" Jandali. Namun, saat dilahirkan, ia segera diadopsi oleh pasangan Paul dan Clara Jobs. Sejak kecil, Jobs sudah menunjukkan ketertarikannya pada peranti elektronik. Bahkan, dia pernah menelepon William Hewlett - presiden Hewlett Packard - untuk meminta beberapa komponen elektronik untuk tugas sekolah. Hal itu justru membuatnya ditawari bekerja sambilan selama libur musim panas. Di Hewlett-Packard Company inilah ia bertemu dengan Steve Wozniak, yang jadi partnernya mendirikan Apple.

IQ-nya yang tinggi membuat Steve ikut kelas percepatan. Tapi, ia sering diskors gara-gara tingkahnya yang nakal - meledakkan mercon hingga melepas ular di kelas. Di usianya yang ke-17, ia kuliah di Reed College, Portland, Oregon. Namun, ia drop out setelah satu semester. Meski begitu, ia tetap mengikuti kelas kaligrafi di universitas tersebut. Hal itulah yang membuatnya sangat mencintai keindahan.

Tahun 1974 ia kembali ke California. Ia bekerja di perusahaan game Atari bersama Steve Wozniak. Suatu ketika, Steve Jobs tertarik pada komputer desain Wozniak. Ia pun membujuk Wozniak untuk mendirikan perusahaan komputer. Dan, sejak itulah, tepatnya 1 April 1976, di usinya yang ke-21, Steve mendirikan Apple Computer. Singkat cerita, kisah sukses segera menjadi bagian hidupnya bersama Apple.

Namun, saat perusahaan itu berkembang, dewan direksi Apple justru memecat Steve karena dianggap terlalu ambisius. Sebuah pemecatan dari perusahaan yang didirikannya sendiri. Meski sempat merasa down, karena kecintaannya pada teknologi, ia pun segera bangkit. Steve mendirikan NeXT Computer. Tak lama, ia pun membeli perusahaan film animasi Pixar. Dari kedua perusahaan itulah namanya kembali berkibar. Hal ini bertolak belakang dengan apa yang terjadi pada Apple. Perusahaan itu justru di ambang kebangkrutan.

Saat itulah, Steve kembali ke Apple, hasil dari akuisisi Apple terhadap NeXT. Banyak orang yang meramalkan Steve tak kan lagi mampu mengangkat Apple. Steve menanggapinya dengan dingin. "Saya yakin bahwa satu hal yang bisa membuat saya bertahan adalah bahwa saya mencintai apa yang saya lakukan. Kita harus mencari apa yang sebenarnya kita cintai. Dan adalah benar bahwa pekerjaan kita adalah kekasih kita. Pekerjaan kita akan mengisi sebagian besar hidup kita. Dan satu-satunya jalan untuk bisa mencapai kepuasan sejati adalah melakukan apa yang kita yakini," sebut Steve.

Kecintaan inilah yang mengantarkan Steve kembali mengorbitkan Apple ke jajaran elit produsen alat teknologi papan atas. iPod dan iPhone saat ini menjadi produk yang sangat laris di pasaran. Visinya ke depan juga membuat iTunes, sukses jadi toko musik digital paling sukses di dunia. Ia menjawab keraguan orang dengan kerja nyata dan hasil gemilang. Bentuk indah, elegan, sederhana, namun powerful, menjadi ciri khas produk Apple hingga saat ini.

Kecintaan kita pada apa yang kita lakukan akan menjadi jalan kita menuju kesuksesan. Hal itulah yang dibuktikan oleh sosok Steve Jobs. Bahkan, meski ia sempat terpuruk dan "diusir" dari perusahaannya sendiri, kecintaannya pada teknologi membuatnya kembali. Inilah bukti nyata bahwa jika kita mencintai pekerjaan kita dengan sepenuh hati, hasil yang dicapai pun akan jauh lebih maksimal. (fn/id/cn)
Read More..

Harga Daging Sapi di Kota Bandung Masih Tinggi

BANDUNG - Para pedagang daging sapi di pasar Kosambi mulai resah pasalnya harga daging sapi hingga saat ini masih saja tetap bertahan berkisar Rp.100.000 hingga Rp.105.000 per kilonya pasca kenaikan harga saat lebaran.
"Harga daging sapi yang tadinya sebelum lebaran berkisar Rp.90.000 mengalami kenaikan saat akan lebaran yang mencapai Rp.100.000 hingga Rp.105.000 per kilonya hingga sepekan setelah lebaran masih bertahan di harga tersebut” ujar Euis, salah satu pedagang.
"Harga tersebut akan bertahan hingga dua pekan kedepan yang diakibatkan makin sulitnya mencari stok daging disetiap agen yang ada karena banyaknya permintaan daging saat lebaran lalu sehingga mau tak mau harga sekarang akan tetap dipertahankan meski dampaknya semakin sulitnya mendapatkan pembeli" lanjutnya.
Kondisi pasar saat ini masih dirasakan sepi namun harga-harga komoditas lainya sudah mulai normal kembali terutama daging ayam yang sudah kemali normal di harga Rp.28.000.
Read More..