Top dan Unik
Kantor Wahyu Utama Telepon. Email bumipeternakanwahyuutama@gmail.com .
HANYA MELAYANI MELALUI EMAIL
Selamat Datang
Jika kamu mau update berita selanjutnya ,kamu bisa berlangganan gratis blog ini silakan klik link
Bumi Peternakan !

Cari Artikel

31 Agustus 2012

Sapi Selamat Setelah Jatuh dari Ketinggian 30 M

LONDON, KOMPAS.com - Seekor anak sapi diselamatkan secara dramatis oleh petugas pemadam kebakaran setelah jatuh dari ketinggian lebih dari 30 meter, dan tersangkut pohon di Sungai Leith, Cumbria, Inggris utara.

Sparkle, anak sapi yang masih berusia 11 bulan itu, ditemukan dalam keadaan tertekan setelah jatuh di tebing sungai tak jauh dari peternakan Sheriff Park, dekat Penrith, Cumbria, Rabu (29/8). Beruntung Sparkle tersangkut pohon sehingga tak nyemplung ke sungai.

Aksi penyelamatan yang sulit berlangsung hingga empat jam. Tiga petugas pemadam yang terlibat dalam aksi penyelamatan pun memakai peralatan lengkap, termasuk peralatan pendaki gunung seperti tali dan sling. Si anak sapi pun terpaksa harus dibius, sebelum berhasil ditarik dengan susah payah oleh para petugas pemadam.
”Petugas itu memakai baju pelindung dari besi, berjaga-jaga kalau saja kena tendang binatang tersebut,” ungkap Philip Armstrong, juru bicara tim pemadam kebakaran serta pelayanan penyelamatan Cumbria. Menurut Armstrong, meski terluka dan tergores-gores kulitnya, namun si Sparkle tidak mengalami cedera berarti.
Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Egidius Patnistik
Read More..

Daging Sapi dan Ayam Ilegal Masih Masuk ke Kalbar

PONTIANAK, KOMPAS.com - Daging sapi dan ayam ilegal masih terus masuk dari luar negeri ke Kalimantan Barat. Daging tersebut tidak layak konsumsi karena tidak dilengkapi dengan sertifikasi kesehatan.
Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Pontianak Azmal Az, Jumat (31/8/2012) mengatakan, daging ilegal yang ditemukan masuk ke Kalbar langsung dimusnahkan.
"Beberapa kuintal daging sapi dan ayam ilegal kami musnahkan pada Jumat ini setelah kami proses," kata Azmal.
Penyitaan daging dari luar Kalbar dilakukan supaya masyarakat terlindungi. Apalagi, Kalimantan Barat belum mencabut larangan masuk beberapa jenis daging dari luar daerah.

 
Editor :
Robert Adhi Ksp
Read More..

Tembus Harga Tertinggi, Daging Sapi Susah Turun

Kenaikan harga terlalu tinggi sehingga berdampak negatif bagi masyarakat.

Harga daging sapi saat Lebaran 2012 merupakan harga tertinggi selama empat tahun terakhir ini. Akibatnya, menurut Wakil Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Satria Hamid Ahmadi, harga susah kembali ke angka normal.

Pada 2009, periode menjelang lebaran, harga daging sapi berada pada kisaran Rp50.000-65.000 per kilogram, lalu naik. Pada periode yang sama di 2010, harga sedikit naik, yakni Rp55.000-70.000 per kilogram.

Pada 2011, harga naik mencapai Rp65.000-80.000 per kilogram. Pada 2012 di periode yang sama harga daging sapi di Jakarta mencapai Rp90.000-110.000 per kilogram.

Ketua Komite Daging Sapi (KDS) Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, berdasarkan pantauan KDS, harga daging sapi pekan ini tercatat masih cukup tinggi dengan kisaran Rp80.000-Rp90.000. Padahal, sambung dia, seharusnya harga sudah bisa kembali normal dengan Rp65.000-70.000 per kilogram.

Dengan harga daging sapi saat ini, Sarman menilai, jauh dari kemampuan daya beli warga Jakarta. Peningkatan tajam harga daging sapi ini, menurutnya, sudah sesuai dengan prediksinya empat bulan lalu.

"Kenaikan sangat tinggi ini dikarenakan persediaan daging sapi yang tidak mencukupi. Akibatnya, warga banyak beralih ke daging ayam yang menimbulkan lonjakan permintaan kepada daging ayam dan harganya menjadi sangat tinggi mencapai Rp50.000 per ekor," kata Sarman, Jakarta, hari ini.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Impor Daging Indonesia Thomas Sembiring mengatakan, pada 2012 kenaikan harga yang terjadi terlalu tinggi, dan menimbulkan dampak negatif pada masyarakat.

"Padahal, pada awal bulan puasa, Kementerian Pertanian menjanjikan harga sapi paling tinggi berada pada kisaran Rp80.000, karena stok daging dikatakan aman. Tapi terbukti, harga melejit tinggi," ujarnya.

Menurut Wakil Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Satria Hamid Ahmadi, kondisi terakhir harga daging sapi per 31 Agustus tercatat masih mengalami kenaikan 20-30 persen dari harga normal. Terlihat dari harga jenis daging rendang di pasar modern Rp79.900-129.900 per kilogram, daging semur Rp78.900-129.900, daging sengkel Rp78.900-99.900, daging top-side  Rp103.900-129.900, daging inside Rp99.900, dan daging gandik  Rp98.900-134.000.

"Kami sulit memprediksikan kapan harga bisa kembali normal. Dengan melihat kondisi harga daging sapi saat ini yang masih cukup tinggi, maka peluang untuk turun dan kembali normal sangat  sulit. Tuntutan kami kepada pemerintah adalah dengan pemenuhan infrastruktur yang sesuai, dengan penyediaan rumah potong hewan (RPH) yang modern. Kalau bisa ada RPH dibangun di Jakarta, maka lebih bagus lagi,” harapnya.

 
Read More..

28 Agustus 2012

Boyolali Stop Potong Sapi Betina

BOYOLALI–Pemkab Boyolali terus menyosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak memotong sapi betina. Langkah ini dilakukan untuk menjamin kelangsungan reproduksi sapi di Boyolali. Hal ini seiring adanya aturan pembatasan impor sapi pada 2014.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali, Darsono mengatakan, cara ini untuk mengantisipasi adanya pembatasan sapi impor maksimal 30%. Menurutnya, pembatasan ini berdampak pada ketersedian daging sapi nasional yang harus bisa mencukupi kebutuhan sendiri.
“Jawa Tengah mempunyai peranan sangat penting sebagai pemasok daging sapi nasional. Salah satunya adalah Boyolali ini,” ujarnya saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa (28/8/2012).
Ia menjelaskan, Boyolali menyuplai kebutuhan daging sapi ke berbagai daerah terutama ke Jakarta. Pasalnya, Jawa Tengah termasuk Boyolali merupakan produsen sapi pedaging yang menjadi andalan di tingkat nasional. Lebih lanjut ia memaparkan, data populasi ternak sapi Boyolali semester pertama tahun 2012 yakni, populasi sapi potong sebanyak 97.856 ekor.
Sementara populasi sapi perah mencapai 86.997 ekor. Sedangkan pemotongan dan produksi sapi potong pada semester pertama 2012 mencapai 19.014 ekor (RPH Pemkab). Pemotongan di luar RPH mencapai 3.201 ekor. Jumlah ini menghasilkan sebannyak 4.883ton atau 200kg daging/hari. “Besarnya pemotongan hewan ternak ini tidak mengambil semua populasi sapi dari Boyolali. Sebagian hewan ternak yang dipotong berasal dari luar daerah,” paparnya.
Read More..

Transfer Embrio Bantu Perbanyak Keturunan Sapi

KOMPAS.com - Beragam cara untuk mengembangkan peternakan sapi potong dan sapi perah dilakukan antara lain lewat perbaikan kualitas genetik. Namun, langkah tersebut seringkali terhambat karena sulitnya memperoleh anakan kualitas unggul. 

Salah satu kendala adalah hambatan perbanyakan betina kualitas unggul. Secara alami, seekor induk hanya mampu menghasilkan satu ekor anak dalam setahun atau rata-rata hanya mampu menghasilkan anak yang berkualitas kurang dari 8 ekor sepanjang hidupnya. Separuh anak biasanya pejantan. 

Menghadapi kendala itu, teknologi Transfer Embrio (TE) bisa menjadi solusi.  TE ialah suatu proses mengambil (flushing) embrio dari uterus sapi donor yang telah diovulasi ganda (superovulasi) dan memindahkannya ke uterus sapi resipien (penerima) dengan  menggunakan metode, peralatan dan waktu tertentu. 

Teknologi ini merupakan generasi kedua bioteknologi reproduksi setelah inseminasi buatan (IB) yang paling sering diterapkan pada ternak sapi. Program TE melalui beberapa tahapan, yaitu pemilihan sapi donor dan resipien, sinkronisasi birahi, superovulasi, inseminasi, koleksi embrio, penanganan dan evaluasi embrio, transfer embrio ke resipien sampai pada pemeriksaan kebuntingan dan kelahiran. 

TE memiliki kelebihan dibandingkan IB. Hanya diperlukan waktu satu generasi (9 bulan) untuk menghasilkan bibit murni (pure breed) lewat TE. Sementara, target yang sama memerlukan waktu 15 tahun jika dilakukan lewat proses IB.

Aplikasi TE dapat memberikan peningkatan perkembangan ternak bibit unggul baik dari sisi pejantan maupun sisi betina. Selain itu, TE juga mengurangi biaya transportasi penyebaran bibit unggul serta mengurangi resiko penyebaran penyakit menular. Teknologi ini merupakan dasar bioteknologi dalam mendukung rekayasa embrio yang lebih tinggi dibidang reproduksi ternak. 

TE memiliki manfaat ganda karena selain dapat diperoleh keturunan sifat dari kedua tetuanya juga dapat memperpendek interval generasi sehingga perbaikan mutu genetik ternak lebih cepat diperoleh.

Diawal tahun 1990-an, Puslit Bioteknologi - LIPI bekerjasama dengan Peternakan Tri “S” Tapos telah berhasil mengembangkan penelitian dan mengaplikasikan teknologi TE pada sapi potong dan sapi perah. 

Sejak tahun 1995 embrio beku sapi perah mulai disebar ke peternak di Bogor, Lembang dan Garut dalam program bantuan Bapak Presiden (Banpres). Tahun 1997 dimulai program membuat sapi unggul jenis "Brangus" khususnya daerah Indonesia Timur (Lombok, NTB), setelah itu aplikasi TE berkembang secara meluas di Sulawesi dan Sumatera. 

Saat ini produksi embrio dapat mencapai 30 - 50 embrio/koleksi, tetapi rata-rata hanya sekitar 5−10 embrio/koleksi yang layak untuk ditransfer atau dibekukan. 

Dengan demikian, seekor sapi donor dapat menghasilkan keturunan lebih dari 25 ekor per tahun. TE memungkinkan rekayasa hingga mendapatkan anakan kembar identik dalam jumlah banyak ataupunlewat kloning serta jenis kelamin
Read More..

DAGING SAPI Ilegal 2.500 Ton Terendus Masuk Via Tanjung Priok


 JAKARTA: Kementerian Perdagangan mengendus adanya pemasukan daging sapi impor secara ilegal sekitar 2.500 ton di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. 
 
Berdasarkan informasi yang diperoleh Kemendag dari Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan, saat ini terdapat 118 kontainer berisi daging sapi beku impor dari Australia, Selandia Baru dan Amerika Serikat yang masih tertahan di terminal kontainer Tanjung Priok. 
 
Kontainer milik perusahaan berinisial PT KSU itu tertahan karena masih menunggu penyelesaian proses administrasi dan belum diperbolehkan keluar dari wilayah kepabeanan oleh Badan Karantina Kementerian Pertanian sampai perusahaan itu mendapat izin dari Kemendag. 
 
Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Deddy Saleh mengatakan pihaknya menemukan indikasi adanya upaya pihak tertentu melakukan importasi daging sapi tanpa menggunakan Surat Persetujuan Impor (SPI) yang diterbitkan Kemendag. 
 
Menurutnya, alokasi impor PT KSU pada semester II/2012 hanya 300 ton, sedangkan pada semester I/ 2012 sebanyak 500 ton dan telah direalisasikan oleh perusahaan bersangkutan. 
 
Dari 118 kontainer yang ditahan, 35 kontainer di antaranya berukuran 40 feet, sedangkan sisanya 83 kontainer berukuran 20 feet. Jika rata-rata kontainer ukuran 40 feet berisi sekitar 26-30 ton dan kontainer 20 feet berisi sekitar 20-22 ton, maka bobot keseluruhan daging sapi impor tersebut berjumlah antara 2.570-2.876 ton. 
 
“Jumlah ini jelas jauh melampaui alokasi impor yang diizikan Kemendag. Ini menunjukkan perusahaan tersebut telah melakukan impor tanpa memiliki SPI sesuai dengan yang telah diterbitkan oleh Kemendag,” katanya. 
 
Deddy meminta agar pihak Bea Cukai dan Badan Karantina Pertanian menindak tegas importir yang sengaja melakukan importasi daging sapi tanpa memiliki SPI. 
 
Menurutnya, pengawasan dan penerapan sanksi yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan ini penting dilakukan untuk mencegah terjadinya kembali importasi daging sapi ilegal. 
 
Saat ini Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok telah meminta Balai Besar Karantina Pertanian di Tanjung Priok untuk mengklarifikasi kesesuaian dokumen karantina daging itu. 
 
Pihak karantina pun menjelaskan bahwa daging yang masuk tersebut diragukan keabsahan SPI-nya.  Dengan demikian, pihak karantina tidak dapat menerbitkan dokumen kekarantinaan, yaitu KH5 (izin bongkar) dan KH7 (izin pemasukan ke instalasi karantina sementara/IKHS). 
 
Dokumen tersebut merupakan dokumen larangan/pembatasan (lartas) yang harus dimasukkan (upload) ke dalam sistem Indonesia National Single Window (INSW) untuk selanjutnya diproses secara administrasi kepabeanan oleh Ditjen Bea dan Cukai. (sut)

dikutip dari : Harian Bisnis Indonesia
Read More..