Top dan Unik
Kantor Wahyu Utama Telepon. Email bumipeternakanwahyuutama@gmail.com .
HANYA MELAYANI MELALUI EMAIL
Selamat Datang
Jika kamu mau update berita selanjutnya ,kamu bisa berlangganan gratis blog ini silakan klik link
Bumi Peternakan !

Cari Artikel

25 Oktober 2012

LIPUTAN KURBAN WAHYU UTAMA

Kurban Hari Raya saat ini memang sangat melelahkan bagi karyawan bumi Peternakan Wahyu Utama. Para karyawan sudah siap dikirim sebagai pengawal truk armada sapi ke berbagai penjuru kota. ada yang dikirimkan ke kota surabaya sebanyak 3 truk yakni muatan yang dikawal oleh Karjono meliputi PT.SINARMAS rungkut, Almuhajirin Surabaya, daerah BENOWO, sampai PAKUWON. untuk armada Truck yang diakwal sarimin, anam dan pak roni mengawal muatan sapi untuk KAPOLDA JATIM, RS.Haji Surabaya, USISA Sidoarjo, daerah Kutisari. Sedangkan Pengiriman Ke paciran - Lamongan sebanyak 14 ekor dikawal oleh karsani, daerah tuban kita mengirim sebanyak 2 mitsubisi L300 dan 2 truk colt diesel untuk Sekolahan Insan Kamil, POLRES TUBAN, PEMDA TUBAN, Rumah makan Wahyu utama Pak IS, dan Rumah makan Pangestune. untuk daerah sekitar Sarang, tambak boyo, jenu dan bulu ada sekitar 30 ekor sapi sebagian dipotongkan di Bumi Peternakan Wahyu Utama yakni Pak Utomo sebanyak 2 ekor, dll. Untuk daerah Rembang kita mengirimkan 6 ekor kedaerah rembang sunan bonang, dan 7 ekor ke RS DR.KARYADI semarang. Benar benar aktivitas yang Luar biasa. Salam Sukses
Read More..

KEMITRAAN SIP dan BIOENERGInya terbukti mantap

Nama Mitra : Bapak Dernan 
Kelompok Ternak : Palang-Tuban 
Lama Bermitra : 4 tahun 
Bumi Peternakan Wahyu Utama memang peternakan sapi potong yang luar biasa. disini bakalan sapi, indukan sapi tersedia semua. Saya sebelumnya beternak sapi sendiri dengan menjual hasil panen sapi ke Pasar Kerek Tuban. Bisnis yang berhubungan dengan ternak sapi memang tidak mudah, tapi kalau kita sudah tahu ilmunya semua itu akan mudah buat kita. Selama beternak di Bumi Peternakan Wahyu Utama saya menggunakan BIOENERGI sebagai pembuat fermentasi pakan, hasil konsentrat saya yang saya buat baunya lebih enak dan ternak di kandang saya juga lahap untuk memakan konsentrat racikan saya. Untuk kemitraan sapi anti-rugi saya sudah mengajak peternak disekitar saya untuk bermitra di BUMI PETERNAKAN WAHYU UTAMA. Karena emang terbukti bagus. KEMITRAANnya BAGUS dan PRODUK BIOENERGInya MANTAP pula.
Read More..

KEMITRAAN SAPI POTONG yang LUARRR BIASA

Nama Mitra : Suntomo 
Kelompok Ternak : Kelompok ternak maju makmur UPFMA ds.Sembungrejo Merak-Urak Tuban Lama
Kemitraan : 2 tahun
Selama bermitra kita mendapat bimbingan maupun pelatihan peternakan selain itu sistem kemitraan yang diberikan oleh Bumi Peternakan Wahyu Utama merupakan Sistem Kemitraan Anti Rugi, jadi tidak ada pihak yang dirugikan. Maksud Kemitraan Anti rugi yakni Harga beli bakalan sapi di wahyu utama maupun Jual sapi ke wahyu utama setelah digemukkan ditentukan di surat perjanjian yakni Rp.30.000/kg tak terpengaruh oleh turunnya harga pasar sehingga benar-benar menguntungkan bagi peternak. Pokoknya selama 2 tahun kita bermitra dengan Bumi Peternakan Wahyu Utama merasa untung dibandingkan jika beternak tanpa bermitra dengan bumi peternakan wahyu utama
Read More..

15 Oktober 2012

Surat Perjanjian Kerja Sama Mudadi

Read More..

Lebih Cerah dengan Showroom Sapi

BARRU, FAJAR -- 
Pengembangan sapi bali di Kabupaten Barru terus dipacu. Populasi sapi bali di daerah ini mencapai 54 ribu ekor dan ditargetkan pada 2015 mencapai 57 ribu ekor. Kabupaten Barru saat ini menjadi sentra pengwilayahan sapi bali di Sulsel. Dalam mendorong percepatan pengembangan peternakan sapi di Barru, pemkab menurut Kadis Peternakan Barru, HA Amin Manggabarani, Senin, 15 Oktober, dibangun show room sapi di sejumlah kecamatan. Show room sapi ini tidak sekadar menjadi pusat transaksi pemasaran sapi. Namun fungsinya akan lebih menyeluruh hingga ke masalah kesehatan hewan. Keberadaan show room sapi, katanya, mulai membuka mata masyarakat yang selama ini hanya memelihara sapi seadanya. Keberadaan show room sapi ini memberi informasi lebih cepat kepada masyarakat terkait pola-pola pengembangan sapi yang lebih baik. “Masyarakat sudah mulai melihat potensi peternakan sapi lebih cerah,” katanya. Saat ini jumlah kelompok peternak sapi terus berkembang, bahkan sudah mencapai 36 kelompok, itu belum termasuk kelompok yang didanai APBN. Banyak program yang dilakukan selama ini untuk mendukung pengembangan peternakan sapi, antara lain bagaimana menyelamatkan betina produktif. Sukses mengembangan ternak dengan pendekatan langsung ke masyarakat, ujarnya, saat ini Barru sudah banyak dilirik daerah lain. Sudah beberapa daerah yang datang ke Barru untuk tukar pendapat terkait pengembangan sapi bali. “Kami selalu terbuka terkait pola-pola pengembangan, dan kami kerja sama dengan semua stakeholder termasuk pihak kepolisian untuk keamanan peternakan kita,” katanya. Sementara Kabid Produksi Dinas Peternakan Barru, A Muhammad Nur, Senin, 15 Oktober mengatakan, intensifikasi dan pemberdayaan peternakan sapi bali sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jika selama ini warga yang memelihara sapi hanya melihat sebagai pekerjaan sambilan, kini mulai serius menangani ternak sapinya. Selama ini masyarakat menganut sistem lepas ternak, sekarang sudah mulai bergeser dengan sistem kandang. Pengandangan sapi jauh lebih baik karena mudah dilakukan pemantauan dan informasi mengenai kondisi sapi lebih akurat. Bahkan dengan show room sapi nantinya, seluruh data ternak sapi di Barru mudah diakses. Dengan demikian, makin terbuka peluang untuk membangun pengembangan ternak lebih besar lagi. Pengusaha yang butuh sapi sudah makin mudah memperoleh informasi dan data mengenai populasi sapi di Barru. “Kita juga terus mendorong warga untuk fokus pada pembibitan sapi,” katanya. Dengan intensifikasi ternak sapi di Barru makin mempercepat peningkatan populasi dan memberi dukungan kesehatan sapi lebih terarah. Bahkan saat ini sudah ada yang namanya inseminasi buatan.(rus/ars)
Read More..

RI akan Tambah Kuota Impor Sapi Australia

CANBERRA - Pemerintah Indonesia telah memberikan sinyal kesediaan untuk mempertimbangkan kembali terhadap kebijakan pengurangan kuota impor ternak sapi dari Australia tahun ini. Sejak isu kesejahteraan hewan merebak yang menyebabkan terjadinya penundaan perdagangan tahun lalu, Indonesia telah mengurangi kuota impor sapi dari Australia. Indonesia telah meningkatkan kapasitas untuk memproduksi ternak sapinya dan menambahkan persyaratan dan aturan tambahan pada ternak sapi dari Australia. Beberapa peternak sapi Australia mengartikan hal ini sebagai reaksi atas suspensi ekspor ternak sapi hidup.

Perdagangan ternak sapi akan ditingkatkan oleh perwakilan pemerintah Indonesia dan Kementerian Federal Perdagangan Craig Emerson di Canberra, dalam pertemuan 12 Oktober 2012. Menteri Perdagangan Indonesia Gita Wirjawan mengatakan, kedua negara terbuka untuk membangun pembahasan bidang industri. “Kami tidak berpikiran sempit tentang itu, tapi satu hal yang perlu digarisbawahi adalah apa yang diusulkan lebih dulu. Saya kira ini bukan hanya tentang membuka dan menutup pintu pada satu hal, tapi secara keseluruhan,” kata Gita Wirjawan.l Gita mempercayai Indonesia akan selalu membutuhkan impor ternak sapi. Dia mengatakan, Indonesia ingin menaikkan tingkat konsumsi daging, karena itu pemerintah membuka kesempatan bagi pertumbuhan bagi peternak sapi di Indonesia dan negara lain. "Saya tidak berpikir kami tidak akan pernah membutuhkan sesuatu dari dunia luar, termasuk sapi. Ditinjau dari sisi permintaan, saya pikir ada peluang besar di sini,” ujarnya. 
Dalam hubungan perdagangan, kedua menteri juga telah membahas peningkatan kedua negara di bidang pendidikan dan investasi. Emerson mengatakan, sangat penting untuk membangun hubungan komersial. “Sesungguhnya, hubungan pada bidang komersial dan investasi sebelumnya sedikit kurang maksimal mengingat kinerja ekonomi Indonesia cukup kuat, kinerja ekonomi kedua negara yang kuat, dan kedekatan hubungan sebagai negara tetangga,” katanya. Tahun ini, pemerintah Indonesia menghitung kebutuhan daging sebesar 484 ribu ton. ketersediaan daging sapi hanya mampu memenuhi 399 ribu ton, sisanya 85 ribu ton dipenuhi dari impor. Jumlah impor tahun ini terbagi atas daging sapi sebesar 34 ribu ton, dan sapi bakalan 283 ribu ekor. Sedangkan tahun lalu, pemerintah Indonesia memberikan kuota impor daging sapi sekitar 90 ribu ton, dan sapi bakalan 600 ribu ekor.TKP
Read More..