Top dan Unik
Kantor Wahyu Utama Telepon. Email bumipeternakanwahyuutama@gmail.com .
HANYA MELAYANI MELALUI EMAIL
Selamat Datang
Jika kamu mau update berita selanjutnya ,kamu bisa berlangganan gratis blog ini silakan klik link
Bumi Peternakan !

Cari Artikel

Memuat...

19 Juni 2012

Safari Peternak Sapi dengan Bank Indonesia Mataram di Bumi Peternakan Wahyu Utama

TUBAN [Sasak.org] Program Bumi Sejuta Sapi (BSS) rasanya seperti hanya sebuah judul film yang tidak jelas kapan dimulai produksinya dan bagaimana jalan ceritanya. Mungkin yang tahu hanya sutradara, produser, dan kru filmya saja. Melihat fenomena tersebut, Kepala Bank Indonesia Mataram H.M.Junaifin melakukan langkah-langkah konkrit dalam mengembankan peternakan sapi. “satu-satunya bank yang ngurus sapi” seloroh beliau dalam suatu kesempatan.
Dengan memberikan bantuan pembuatan Biodigester, pabrik kompos, pertanian organik kepada Komunitas Sasak dalam program Bangun Desa di Sukarara Lombok Tengah. Sebuah program meningkatkan nilai tambah bagi setiap peternak dengan membuat mereka mandiri energi, mampu memproduksi pupuk sendiri baik berupa kompos maupun bio urine, sampai ke pertanian organiknya.
Bank Indonesia Mataram juga bekerjasama dengan Pemerintah KSB membina para kelompok ternak sapi. Untuk memaksimalkan program tersebut, Bank Indonesia yang dipimpin langsung oleh Kepala BI Mataram H.M. Junaifin melakukan studi banding ke Jawa Timur yang pola beternak sapinya sudah sangat modern. Ditemani Dekan Fakultas Peternakan Unram Prof. Sai jagek aran dan Prof sai jagek aran beserta Dinas Peternakan KSB. Peserta yang terdiri dari peternak-peternak pilihan dari KSB dan dari Lombok Tengah. Selama 3 (tiga) hari mulai Tanggal 26-28 September berbagai pengalaman dan pelajaran didapatkan para peserta studi banding.
Mengelola Sapi dari Hulu ke Hilir
Dihari pertama studi banding, para peserta diajak ke Bumi Peternakan Wahyu Utama di ujung barat Kabupaten Tuban yang langsung berbatasan dengan Jawa Tengah. Para peserta langsung dibuat terkagum-kagum dengan lokasi peternakan tersebut. Bumi peternakan Wahyu Utama memelihara 1.200 ekor sapi. Tuban yang termasuk daerah tandus tentu mirip dengan pulau sumbawa maupun pulau lombok bagian selatan, tetapi peternakan disini tidak terpengaruh oleh tidak adanya pakan hijauan seperti banyak dikeluhkan oleh peternak sapi di NTB.
Pengelola peternakan dilembagakan dalam bentuk koperasi dan memiliki 70 (tujuh puluh)karyawan dan saat ini juga telah memiliki Rumah Makan besar berdekatan dengan lokasi peternakan. Ada beberapa pelajaran penting yang didapatkan di Wahyu Utama yaitu :
  • Pakan ternak lebih banyak konsentrat daripada hijauan, hal ini dilakukan karena kurangnya sumber pakan hijauan di tuban.
  • Orientasi peternakan ada pada pembibitan dan pemotongan ternak sapi.
  • Pola kemitraan dengan berbagai koperasi ternak dengan pola kemitraan yang sama-sama menguntungkan.
  • Memproduksi sendiri konsentrat, obat fermentasi BIO-ENERGI wahyu & BIO-FERMENTOR wahyu, dan berbagai jenis obat-obatan untuk ternak.
  • Berani mengambil resiko dengan mengutang modal ke bank sampai 1 Milyar melalui prograk KUPS (Kredit Usaha Pembibitan Sapi) di Bank Jatim.
  • Menjadikan Bumi Peternakan Sapi sekaligus menjadi pasar sapi yang menguntungkan bagi peternak.
  • Menerapkan pola reward bagi pegawai yang berhasil, sebagai contoh. Sebelum sapi maruk kandang, si sapi melewati timbangan, apabila berat sapi sesuai standar maka pegawai yang bertanggungjawab terhadap sapi tersebut diberikan bonus.
“Kami membayangkan, andaikan para pengusaha atau yang punya uang banyak di Lombok atau Sumbawa menginvestasikan uangnya untuk peternakan seperti itu, tentu berapa banyak laba yang ia dapatkan dan tentunya membuka lapangan kerja, terutama di Pulau Sumbawa yang lahannya luas dan sekaligus mempunyai Rumah Potong Hewan Internasional” ungkap Zuklipli, SE, MM, Koordinator Lapangan Program Bangun Desa KS-IPEBI


 Dikutip dari :