Top dan Unik
Kantor Wahyu Utama Telepon. Email bumipeternakanwahyuutama@gmail.com .
HANYA MELAYANI MELALUI EMAIL
Selamat Datang
Jika kamu mau update berita selanjutnya ,kamu bisa berlangganan gratis blog ini silakan klik link
Bumi Peternakan !

Cari Artikel

22 November 2012

Kementan Pastikan belum Tambah Impor Sapi

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Pertanian tidak akan menambah kuota impor daging sapi hingga akhir 2012. Pertimbangannya waktunya amat pendek. "Tambahan alokasi impor daging tidak mungkin dilakukan, waktunya sempit. Saat ini kuota daging impor untuk hotel, restoran, dan katering," kata Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan di Jakarta, Rabu (21/11).

Kebutuhan daging pada 2012, kata Rusman, ditetapkan sebanyak 484 ribu ton, dengan pasokan dari dalam negeri 399 ribu ton. "Untuk mengisi kekurangan pasokan, pemerintah melakukan impor daging 85 ribu ton, kemudian pemerintah menambah alokasi impor daging sapi sebanyak 7.000 ton, sehingga total impor daging sapi tahun ini 92 ribu ton," kata Rusman.

Impor daging sapi pada 2012, kata Rusman, mencapai 92 ribu ton dan dalam bentuk daging sapi beku. Kuota impor daging sapi pada 2011 mencapai 100 ribu ton, pada 2010 mencapai 120 ribu ton, tetapi tahun ini dipangkas menjadi 41 ribu ton.

"Lonjakan harga daging sapi bukan karena pemangkasan kuota impor, tetapi lebih pada persoalan infrastruktur logistik pengangkutan sapi dari sentra produksi ke daerah konsumen seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat, dan Banten," ujar Rusman.

Rusman mengatakan, saat ini proses pemotongan sapi di rumah potong hewan kembali normal. Kementerian Pertanian akan mengisi kekurangan pasokan daging dengan mendatangkan sapi dari Nusa Tenggara Barat.

 "Dalam jangka pendek, Kementerian Pertanian akan mendatangkan 5.000 ekor sapi dari Nusa Tenggara Barat ke Jakarta. Ini masih terkendala moda transportasi dan Indonesia tidak punya angkutan khusus ternak," katanya. (ant/DOR)
Read More..

Jagal Mogok, Stok Daging Jatim Tetap Aman

MALANG, KOMPAS.com — Jagal dan pedagang daging sapi di Jawa Timur akan menggelar aksi mogok massal selama lima hari. Pihak Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur menjamin selama 5 hari tersebut stok daging dijamin aman di pasaran. Berbagai antisipasi sudah disiapkan.

"Masyarakat jangan khawatir. Jawa Timur tidak kekurangan stok sapi dan daging. Selama pejagal dan pedagang demo mogok, berbagai antisipasi sudah disiapkan," tutur Sekretaris Dinas Peternakan Jawa Timur Irawan Subiyanto kepada Kompas.com, ditemui di Hotel Savana, Kota Malang, Kamis (22/11/2012).

Jumlah sapi di Jawa Timur, kata Irawan, melimpah sehingga pemerintah bisa menggelontor daging potong ke pasaran. "Stok daging akan tetap aman, soalnya kita surplus," katanya.

"Antisipasi selama mogok, pihaknya sudah mempersiapkan daging dan sapi yang akan disiapkan dijual di pasar. Akan tetapi, jika hal itu tidak memungkinkan bisa pakai alternatif lain. Misalnya bisa beli daging ayam atau kambing dulu jika daging sapi tidak dijual," katanya.

Di Jawa Timur, 70 persen daging sapi digunakan untuk pembuatan bakso. "Pedagang bakso selama lima hari ini bisa menggunakan ayam atau daging lainnya dulu. Karena nantinya akan kembali normal," katanya.

Saat ini, harga daging sapi dari peternak sebesar Rp 35.000 per kilogram. Kondisi tersebut yang memaksa jagal untuk meminta harga daging ikut dinaikkan serta ongkos pemotongan. Harga daging di pasaran kini mencapai Rp 75.000 per kilogram, kata Irawan sudah cukup bagus.

"Alasan itu yang membuat jagal minta harga dinaikkan. Mereka juga butuh untung," ujarnya.

Sementara itu, dalam setiap tahunnya, jelas Irawan, sebanyak 500.000 sapi yang dipotong di wilayah Jawa Timur. "Setiap harinya sekitar 300 ton daging-tulang disebar di pasaran dengan jumlah jagal sebanyak 850 orang," katanya.


Editor : Kistyarini







Read More..

Kenaikan Harga Daging Sapi di Kediri karena Latah

KEDIRI, KOMPAS.com - Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kediri, Jawa Timur menyebut kenaikan harga daging sapi di Kediri karena faktor latah atas kenaikan daging sapi di daerah lain.

Sri Suparmi, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan mengatakan, selama ini ketersediaan sapi hidup maupun daging tidak ada kendala sama sekali. Bahkan Kediri menjadi salah satu daerah penghasil sapi di Jawa Timur.

Selama ini jumlah kebutuhan daging sapi untuk masyarakat mencapai 3.031 ton per tahun, sementara ketersediaannya jauh lebih banyak lagi, yaitu 3.548 ton, sehingga ada kelebihan stok hingga 517 ton. Dengan adanya kenaikan harga daging seperti saat ini, menurutnya, begitu kontras bila dilihat dari surplus stok yang ada. Sehingga ia menduga situasi ini sebagai respons alamiah pasar atas apa yang terjadi pada pasar lain.

"Jadi kalau harganya meningkat itu ya karena ikut-ikutan daerah lain seperti Jakarta. Bukan kami-kami ini yang menentukan harganya, murni mekanisme pasar," kata Sri Suparmi pada Kompas.com, Kamis (22/11/2012).

Hingga Kamis (22/11/2012), harga daging sapi di tingkat pedagang Kediri bertahan pada kisaran Rp 75 ribu per kilogram. Bahkan para pengusaha pemotongan sapi di Pasar Setono Betek, Kota Kediri mendapatkan surat edaran berisi kenaikan harga mulai dari Rp 5.000/kg dari paguyuban pemasok sapi sejak awal bulan ini.
Editor :
Farid Assifa
Read More..

1 November 2012

Sebanyak 10.050 Sapi Bibit Ilegal Ditahan Badan Karantina


GUNUNG SUGIH, KOMPAS.com - 
Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian saat ini mengamankan total 10.050   ekor sapi yang diduga diimpor secara ilegal oleh empat feedlot(perusahaan penggemukan sapi). Hal itu diungkapkan Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Banun Harpini di sela-sela mendampingi rombongan Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja untuk menelusuri soal masuknya sapi impor ilegal, Senin (10/9/2012).
Ia mengatakan, sapi-sapi asalan ini diimpor dengan izin dokumen impor sapi bibit. "Namun, fisik sapi tidak sesuai dengan izin. Itu ternyata adalah sapi produktif, bukan bibit," ujar Banun. Sapi-sapi ini diimpor oleh empat importir atau feedlot, yaitu PT Tanjung Unggul Mandiri di Tangerang, lalu PT Great Giant Livestock, PT Austasia Stockfeed dan PT Agro Giri Perkasa di Lampung. Sebagian sapi-sapi yang ditolak ini kini berada di Balai Karantina di Tangerang dan Lampung. "Sebagian sapi bahkan diketahui telah bunting. Sudah ada yang beranak pula," ujarnya. Kemungkinan besar sapi yang diamankan di Balai Karantina sejak Juni 2011 ini kemungkinan akan direekspor ke daerah asal.
Read More..