Top dan Unik
Kantor Wahyu Utama Telepon. Email bumipeternakanwahyuutama@gmail.com .
HANYA MELAYANI MELALUI EMAIL
Selamat Datang
Jika kamu mau update berita selanjutnya ,kamu bisa berlangganan gratis blog ini silakan klik link
Bumi Peternakan !

Cari Artikel

10 Agustus 2012

Harga Naik, Pedagang Sapi Potong Madura Jualan ke Situbondo

LENSAINDONESIA.COM: Bulan puasa mendatangkan berkah bagi peternak sapi di Madura. Harga sapi yang memiliki ras asli Madura itu, sejak awal puasa lalu merangkak naik. Kenaikan harga sapi itu dipicu oleh kenaikan harga daging sapi di pasar tradisional.
Alhasil, selain dijual di sejumlah pasar hewan di Pamekasan, para pedagang sapi potong itu juga berani mengirim puluhan ekor sapinya ke Pelabuhan Kalbut, Kabupaten Situbondo. Dari Situbondo, sapi asli Madura itu disebar ke pasar Jember, Bondowoso dan Banyuwangi.
“Selama puasa ini, saya sudah tiga kali mengirim puluhan sapi ke Pelabuhan Kalbut Situbondo. Sapi saya naikkan perahu melalui pelabuhan pantai Desa Pagagan Pademawu,” jelas Haji Aminuddin, Kamis (2/8/2012).
Sebelum dinaikkan keatas perahu, puluhan sapi potong itu harus menyeberang dari pantai dan berenang menuju perahu yang buang jangkar 400 meter dari tepi pantai. Kedalaman laut setinggi bahu orang dewasa.
“Saya memilih naik perahu karena ongkosnya jauh lebih murah dibanding naik truk menuju Situbondo,” jelasnya. Menurut Aminuddin, penghematan naik perahu bisa mencapai Rp 3 juta per trip.
Aminuddin menambahkan, pengiriman sapi Madura ke Jawa naik hingga 300% dibanding hari normal. Sapi yang dikirim ke Jawa via laut itu, berasal dari peternak tradisional.
Kenaikan harga sapi potong juga dinikmati puluhan pedagang di Pasar Hewan Keppoh, Desa Polagan Kecamatan Galis, Pamekasan, Madura. Pasar yang berada di tepi jalan utama menuju Surabaya itu, selalu dipadati peternak tradisional.
Sanhaji, salah seorang peternak sekaligus pedagang sapi asal Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan mengatakan, harga sapi mulai merangkak naik saat memasuki bulan puasa lalu.
“Kenaikan harga daging yang sangat drastis di pasaran, memicu kenaikan harga sapi di pasar hewan ini. Tentu saja, kenaikan harga ini merupakah berkah bagi peternak tradisional. Peternak bisa merayakan lebaran dengan sukacita,” papar Sanhaji
Sanhaji mengatakan, kenaikah harga cukup signifikan dibanding pada hari normal. Saat ini, sapi potong berumur 3 tahun bisa laku Rp 7 juta, atau naik Rp 2 juta dari hari normal.
Secara umum, kenaikan harga sapi potong di Pasar Hewan Keppo berada dalam kisaran Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta. “Keuntungan yang diperoleh peternak, bisa dibelanjakan keperluan keluarga saat lebaran nanti. Dari membeli busana baru sampai menambal ongkos halal bihalal dengan kerabat di luar desa,” tutur Sanhaji sumringah.
Angka transaksi selama bulan puasa ini juga mengalami kenaikan. Jika hari biasa seorang peternak hanya melepas seekor sampai dua ekor, saat puasa ini mereka melepas hingga 4-5 ekor sapi piaraannya. Bisa jadi, peternak memburu margin istimewa yang terjadi selama puasa.
Malahan, Sanhaji memprediksi kenaikan harga sapi potong itu bakal berlanjut hingga 3 bulan ke depan. Sebab, warga Pulau Madura bakal merayakan serangkaian hajatan besar, seperti menjelang hari raya Idul Fitri dan Idul Adha pada Oktober nanti.
“Pengalaman saya, harga sapi kalau sudah menjelang Ramadhan sampai hari raya Idul Adha akan tetap bertahan. Setelah itu, harga akan turun lagi,” tutup Sanhaji. @arief

Editor: andiono