Top dan Unik
Kantor Wahyu Utama Telepon. Email bumipeternakanwahyuutama@gmail.com .
HANYA MELAYANI MELALUI EMAIL
Selamat Datang
Jika kamu mau update berita selanjutnya ,kamu bisa berlangganan gratis blog ini silakan klik link
Bumi Peternakan !

Cari Artikel

1 September 2012

PT RNI Garap Bisnis Sapi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masih besarnya peluang berbisnis sapi menarik perhatian PT Rajawali Nusantara Indonesia. Hal inilah yang mengilhami BUMN yang berbisnis condom, gula dan kelapa sawit itu untuk melakukan MoU dengan PT Berdikari untuk mendatangkan sejumlah sapi bagi perseroan. 
Ismed Hasan Putro, Direktur Utama PT Rajawal Nusantara Indonesia, mengatakan, sapi ini memang menggiurkan karena kebutuhan sapi yang masih besar.
"Potensi kebutuhan daging sangat besar di indonesia atau sekitar 500.000 Kg per tahun, maka kita bisa penuhi sekitar 100.000 kg saja sudah bagus," katanya di Jakarta (14/08/2012)
Maka dari itu ia optimis bahwa pasar masih teramat luas dan masih banyak potensi yang bisa didapatkan melalui bisnis sapi ini.
"Nilai tambahnya besar dan kita gak pernah ngasih makan karena ditempatkan di lahan tebu dan kelapa sawit kita dan kita bisa buat pupuk dan susu melalui bisnis ini," jelasnya.   
Dengan kerjasama ini, ia berharap akan membawa 50.000 sapi di tahun pertama, 100.000 sapi di tahun kedua dan 150.000 sapi di tahun ketiga.
Nantinya sapi - sapi ini akan ditempatkan di sejumlah lahan perkebunan dan kelapa sawit milik anak perusahaan perseroan yang terletak di PG Subang, PT Mitra Kerinci, PG Jatitujuh dan PT Mitra Organ.
Ia mengatakan bahwa melalui MoU ini, RNI menganggarkan sekitar 500 miliar Rupiah selama tiga tahun. Tahun pertama 100 miliar rupiah, tahun kedua 300 miliar rupiah dan tahun ketiga sebanyak 100 miliar rupiah. Porsi pinjaman sebesar 70 persen dan sisanya berasal dari kas internal.
Namun, Ia tidak mengatakan mengenai besaran balik modal, hanya saja ia mengatakan bahwa bisnis sapi akan menaikan bisnis kelapa sawit dan tebunya.
"Kita akan dapat pupuk, dan pupuknya  bisa buat biodiesel untuk menggerakan listrik ini  potensi ini yang besar," ujarnya.(*)