Top dan Unik
Kantor Wahyu Utama Telepon. Email bumipeternakanwahyuutama@gmail.com .
HANYA MELAYANI MELALUI EMAIL
Selamat Datang
Jika kamu mau update berita selanjutnya ,kamu bisa berlangganan gratis blog ini silakan klik link
Bumi Peternakan !

Cari Artikel

21 April 2013

BRI Siapkan Pinjaman untuk Peternak Sapi Potong Rp 200 Miliar

Setelah petani tebu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) siap menyalurkan pembiayaan kredit bagi peternak sapi potong.

Nilai kredit yang disiapkan mencapai Rp 200 miliar melalui program Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E).

Sekretaris Perusahaan PT BRI, Muhamad Ali mengatakan dalam penyaluran kredit ini, BRI menggandeng perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

Nantinya RNI juga akan menerapkan pola kemitraan inti plasma dengan peternak sapi potong. "RNI akan berperan sekaligus sebagai penjamin pasar (off taker) dan penjamin kredit (avalis)," kata Ali, Kamis (7/3/2013).

Tak hanya itu, RNI membentuk tim untuk mengembangkan dan pendampingan teknis kepada peternak sapi terkait budi daya penggemukan sapi potong.

Dalam program ini RNI bekerjasama dengan masyarakat yang berada di sekitar wilayah kerja RNI. "Seperti Subang, Jatibarang, dan Padang. Masyarakat yang memang merupakan peternak sapi," ungkap Ali.

Dia mengungkapkan, perusahaan akan menyediakan lahan di unit kerja RNI untuk dijadikan kandang kolonisasi budi daya sapi potong serta penggemukan sapi potong oleh peternak. Semua ini dilakukan di kandang milik RNI yang berada di wilayah unit kerja perusahaan, seperti pabrik gula dan perkebunan sawit.

Ali menambahkan, budi daya penggemukan sapi potong, bertujuan untuk mengoptimalkan hasil penggemukan sapi tersebut, sehingga dalam jangka waktu 3 bulan, hasil sudah terlihat dan dapat dijual ke pasar.

"Sampai Januari 2013, realisasi komulatif KKPE ternak sapi potong dari BRI saja berjumlah Rp 1,83 triiliun kepada lebih dari 7.700 debitur, jelas potensi tersebut buat BRI," ungkap Ali.

Direktur PT RNI (Persero) Ismet Hasan Putro mengatakan kerjasama ini adalah bersifat jangka pendek dan jangka panjang, sampai tahun 2018.

Program ini diharapkan dapat memenuhi 30% kebutuhan daging sapi nasional. "5 tahun kedepan kami targetkan 30% kebutuhan daging nasional, secara periodik tahun ke tahun, seiring peningkatan kebutuhan," tutup Ismet. (Pew/Nur)